Tanaman Hias, 9 Jenis Bunga yang Paling Poluler (Pembahasan Super Lengkap!)

Salah satu yang menjadi daya tarik dari tanaman hias adalah bunga. Berbagai tanaman berbunga memiliki berbagai macam daya tarik yang dimiliki seperti warna, wangi dan bentuk mahkota. Akan tetapi sebagian lagi diantaranya ada yang memiliki daya tarik khusus pada bunga tertentu. Kali ini kita akan membahas berbagai macam jenis bunga dan karakteristiknya.

Disini kita akan mengenali berbagai tanaman hias baik yang berbunga ataupun tidak. Dilihat dari potensi penyebaran, manfaat dan pengaruhnya bagi kebudayaan lokal, serta pengaruhnya terhadap ekonomi.

Tanaman Hias

Berbicara tentang tanaman rasanya tidak akan ada habisnya. Pemanfaatan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri terhadap tumbuhan telah menyentuh ke berbagai hal, mulai dari makanan, tempat tinggal, hiasan, bahkan sampai oksigen yang kita gunakan untuk bernafas.

Salah satunya adalah pemanfaatan tanaman sebagai hiasan. Siapa sangka jika dalam satu sektor ini pun telah berhasil menjadi penghidupan bagi banyak orang bahkan oleh sebuah negara. Salah satu contohnya, sebagaimana yang dikutip dari wikipedia, adalah bagaimana bunga Tulip bisa hampir saja menjatuhkan perekonomian sebuah kerajaan sekelas Turki Utsmani pada masa silam.

Karena besarnya pengaruh dari tanaman hias itu, maka tanaman hias tidak berhenti di sebatas pemanis ruangan saja. Ia tumbuh menjadi sebuah identitas dan sebuah keyakinan dengan berbagai mitos serta fakta yang kemudian hari dibuktikan secara ilmiah.

Penggunaan tanaman sebagain identitas rasanya sudah tidak asing lagi sebagai bentuk pengagungan dan pengakuan terhadap filosofi tanaman tersebut. Seperti misalnya penggunaan Mawar sebagai simbol kasih sayang, Anggrek sebagai simbol harapan dan lain sebagainya.

Bahkan penggunaan simbol untuk kelompok sebesar negara pun sudah mengakui bahwa tanaman bisa mewakili identitas mereka, entah itu karena di lihat dari sisi sejarahnya atau sisi filosofinya. Penggunaan tanaman sebagai simbol identitas bagi negara misalnya, Indonesia dengan memiliki 3 tanaman yang dijadikan ciri identitasnya, yaitu Puspa Bangsa atau Melati, Puspa Pesona atau Anggrek Bulan dan Puspa Langka atau Rafflesia arnoldi.

Selain itu masih banyak hal-hal lain yang menjadi faktor bagi sebagian orang untuk mengoleksi tanaman hias. Beberapa diantaranya berdasarkan pada jenis bunga-bunga tertentu saja. Berikut beberapa jenis bunga dan tanaman yang memiliki makna dan daya tarik dari berbagai hal.

Bunga Mawar

Bunga Mawar berjuluk Queen of Flower, hal ini dikarenakan bunga Mawar memiliki keunikan yang khas. Bunga Mawar selain memiliki bentuk yang indah juga memiliki aroma yang menarik.

Umumnya bunga Mawar ini memiliki warna-warna yang terang seperti merah, merah muda, putih dan ungu. Selain berdasarkan warna, jenis bunga juga terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan habitat tumbuhnya, diantaranya ada Hybrid tea, Floribunda, Polyantha, Grandiflora, dan Climbing rose.

Hybrid tea memiliki bunga tunggal dengan ukuran relatif lebih besar. Memiliki tangkai yang panjang dan susunan bunga yang kompak. Jenis bunga Mawar ini sering di jadikan sebagai bunga potong.

Floribunda memiliki tangkai yang agak panjang dengan bunga yang bersatu dalam satu rangkaian agak besar.

Polyantha memiliki satu rangkaian bunga berukuran kecil.

Grandiflora merupakan gabungan dari bunga Mawar berjenis hybrid tea dan floribunda, sehingga seringkali dimanfaatkan sebagai bunga potong atau tanaman taman.

Dan yang terakhir yaitu climbing rose adalah bunga Mawar yang tumbuh merambat dengan jenis bunga yang beragam mulai dari bunga tunggal dan rangkap.

Bunga Mawar termasuk tanaman perdu, sehingga tinggi tanaman biasanya tidak lebih dari satu meter. Memiliki batang yang berduri dan berakar tunggang dengan banyak cabang. Tanaman bunga Mawar ini membutuhkan sinar matahari penuh dalam pertumbuhannya. Kekurangan sinar matahari bisa mengakibatkan pertumbuhan bunga yang terhambat, atau bahkan akan tidak berbunga sama sekali.

Banyak petani yang membudi dayakan tanaman bunga Mawar karena memiliki nilai ekonomi yang cukup berpotensi. Penjualan bunga Mawar ini mulai dari satu set tanaman, bunga potong, sampai bunga tabur. Bahkan untuk koleksi tanaman hias, bunga Mawar ini bisa menyentuh angka jutaan rupiah.

Selain menjual tanaman hias untuk dieksplorasi keindahannya, bunga Mawar juga seringkali dimanfaatkan sebagai bahan untuk obat-obatan. Banyak penilitian yang membuktikan bahwa bunga Mawar pun bermanfaat untuk menjaga kesehatan.

Ekstrak bunga Mawar sudah banyak digunakan sebagai bahan baku untuk pewangi, sabun, pelembab kulit dan bahan-bahan lainnya.

Klasifikasi Bunga Mawar
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rosanales
Famili : Rosaceae
Genus : Rosa
Spesies : Rosa hybrida

 

Edelweiss

Salah satu bunga yang sangat familiar bagi para pecinta pendaki gunung, apa lagi kalau bukan Edelweiss. Edelweiss ini hanya tumbuh disekitar pegunungan dengan ketinggian sekitar 3000 mdpl. Oleh sebab itu bunga ini hanya bisa ditemukan di puncak gunung saja.

Edelweiss adalah tanaman berbunga dan bunga inilah yang sering kali menjadi incaran untuk dikoleksi. Dan sering kali juga dijuluki sebagai bunga abadi karena bunga yang dihasilkan mampu bertahan lama.

Sebenarnya bunga Edelweiss yang abadi itu merujuk pada bunga everlasting flower yang berasal dari tanaman Leontopodium, sebuah tanaman yang hanya tumbuh di pegunungan Alpen. Sementara bunga Edelweiss yang sering kali ditemukan adalah Anaphali javanica, atau Edelweiss jawa.

Bunga Edelweiss jawa termasuk sebagai tanaman endemik yang banyak ditemukan di daerah pegunungan di Jawa, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Lombok. Meski area penyebarannya cukup banyak, akan tetapi bunga Edelweiss ini mulai mengalami kelangkaan. Bahkan di wilayah gunung Bromo, tengger Jawa Timur, bunga Edelweiss ini sudah dianggap punah.

Akan tetapi masih ada orang-orang yang peduli dengan kelestarian bunga edeleweiss ini, dengan membuat program konservasi. Diantaranya adalah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang membuat pelarangan memetik Edelweiss. Selain itu ada juga di Dataran Tinggi Dieng yang memulai program budi daya Edelweiss oleh para petani sekitar.

Edelweiss bisa ditemukan di daerah pegunungan khususnya di puncak gunung yang memiliki area terbuka. Edelweiss tumbuh optimal dengan sinar matahari langsung secara penuh. Meski bisa mencapai ketinggian 8 meter, rata-rata Edelweiss ini hanya tumbuh tidak lebih dari 1 meter saja.

Sementara untuk bunganya sendiri, Edelweiss memiliki bunga berwarna putih kekuning-kuningan. Memiliki warna yang kontras dengan daunnya yang berwarna hijau kusam. Edelweiss akan berbunga pada sekitar bulan April hingga Agustus, dengan puncaknya pada bulan Juli dan Agustus.

Klasifikasi Edelweiss
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Eudicotyledonae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Anaphalis
Spesies : Anaphalis javanica

 

Bunga Anggrek

Salah satu jenis bunga yang paling banyak di budi dayakan adalah Anggrek. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya jenis yang dimiliki oleh tanaman yang bersifat epifit ini. Bahkan salah satu jenisnya diajukan sebagai bunga nasional dengan julukan puspa pesona untuk Anggrek Bulan.

Anggrek atau Orchidaceae memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan tanaman berbunga lainnya. Anggrek hidup dihabitat yang cukup gelap, meski tetap membutuhkan matahari, akan tetapi intensitasnya tidak sebesar tanaman lainnya. Karena itu Anggrek biasa ditemukan di kedalaman hutan, tumbuh diantara pepohonan besar, dibawah batu atau semak belukar.

Habitat tempat hidup Anggrek termasuk unik sebab bisa ditemukan di semua belahan dunia kecuali antartika, meski habitat terbanyak dari Anggrek adalah daerah tropis. Dua negara dengan habitat Anggrek terbesar adalah Brazil dan Indonesia. Karena itulah banyak juga Anggrek asal Indonesia yang merupakan endemik dan termasuk Anggrek langka di dunia.

Anggrek termasuk tanaman dengan spesies paling banyak, dengan total kurang lebih hampir 25.000 spesies tersebar diseluruh dunia dan 4.000 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Akan tetapi, dari jumlah tersebut masih kemungkinan ada banyak spesies lain yang belum diketahui yang sebagian sudah hilang atau punah akibat dari kerusakan hutan.

Menurut pertumbuhannya Anggrek dibagi menjadi dua jenis, yaitu Anggrek simpodial dan monopodial. Pada Anggrek simpodial tumbuhnya merambat horizontal dengan mengandalkan akar yang merambat vertikal ke tanah. Sementara pada monopodial batangnya tumbuh terus vertikal dan biasanya memiliki akar udara dari sepanjang batangnya.

Khususnya untuk tanaman hias, kolektor Anggrek biasanya akan membagi Anggrek ke dua bagian yaitu Anggrek spesies dan Anggrek hybrida. Anggrek spesies merupakan Anggrek yang tumbuh alami di pedalaman hutan dan tanpa campur tangan manusia. Sementara Anggrek hybrida adalah Anggrek yang dihasilkan dari pembudi dayaan yang dilakukan oleh manusia.

Meski secara ekonomis Anggrek spesies dikenal sebagai jenis Anggrek paling mahal dikarenakan tingkat kesulitan saat mendapatkannya, akan tetapi Anggrek hybrida pun memiliki nilai jual tersendiri. Terutama Anggrek yang telah mengalami persilangan.

 Klasifikasi Anggrek Bulan
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Orchidaceae
Genus : Phalaenopsis
Spesies : Phalaenopsis amabilis

 

Bunga Matahari

Bunga Matahari biasanya berwarna kuning dengan berwarna gelap bagian tengahnya. Memiliki bunga dengan diameter 4,8 cm sampai 9,6 cm, pada beberapa varietas bahkan mencapai hingga 30 cm. Biasanya memiliki batang yang tumbuh tinggi dengan akar merambat atau berbonggol besar.

Bunga Matahari merupakan salah satu bunga yang bersifat musiman. Berasal dari negara Meksiko dan Peru yang ditanam sebagai komoditas perkebunan. Meski demikian Bunga Matahari ini diakui oleh Negara Tiongkok sebagai negara nasional mereka dan di akui pula oleh negara bagian Kansas, Amerika Serikat.

Diberi nama Bunga Matahari sebab bentuk bunganya menyerupai matahari yang tengah bersinar. Selain itu Bunga Matahari juga memiliki kebiasaan unik yang menjadikan alasannya diberi nama bunga matahari, yaitu selalu menghadap ke arah matahari atau dikenal dengan istilah Heliotropisme. Karena itu orang perancis sering kali menyebut Bunga Matahari dengan julukan tournesol atau pengelana matahari.

Dalam ukurannya yang besar, Bunga Matahari sebenarnya memiliki bunga-bunga kecil didalam cawannya. Bunga besar ini (inflorenscense) dikelilingi oleh mahkota berbentuk pita berwarna kuning, sementara di bagian tengahnya terdapat bunga-bunga kecil berbentuk tabung. Setelah bunga-bunga kecil ini matang, maka ia akan berubah menjadi biji yang mudah di lepaskan.

Dikenal dengan daya tahan dan kemampuan beradaptasi yang baik membuat banyak orang yang berminat menanamnya. Baik itu dari kalangan petani atau kolektor tanaman hias, terlebih Bunga Matahari pun terkenal dengan proses menanam yang terbilang mudah.

Berdasarkan pemanfaatannya, pembudi dayaan Bunga Matahari ini dibagi menjadi empat jenis, yaitu

  • Kelompok penghasil minyak. Diambil dari biji.
  • Kelompok pakan ternak. Diambil daunnya untuk pakan ternak atau pupuk hijau.
  • Kelompok tanaman hias. Memanfaatkan varietas Bunga Matahari yang bermacam-macam.
  • Kelompok pangan. Diambil bijinya untuk dijadikan kuaci.
Klasifikasi Bunga Matahari
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliophyta
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Helianthus
Spesies : Helianthus annuus

 

Bunga Tulip

Dikenal sebagai salah satu bunga paling indah di dunia. Tulip adalah bunga yang diakui sebagai bunga nasional oleh negara Belanda. Meski demikian sebenarnya Tulip sendiri berasal dari Asia Tengah. Selain oleh Belanda bunga ini juga diakui oleh negara Turki dan Iran.

Penyebaran bunga Tulip ini sendiri tidak terlepas dari catatan sejarah kerajaan Turki Utsmani. Tertarik dengan keindahan bunga Tulip akhirnya Kerajaan Islam tersebut mulai membudi dayakan bunga tersebut. Selain itu, bunga Tulip juga menjadi inspirasi dalam seni ornamen yang dikembangkan oleh Turki dan Persia pada saat itu.

Menariknya sejarah juga pernah mencatat jika bunga Tulip hampir saja menghancurkan perekonomian Turki Utsmani. Hal ini diabadikan dengan istilah Tulip Mania, yaitu ketika harga bunga Tulip melonjak drastis. Belanda yang juga pada saat itu tengah tertarik dengan bunga Tulip pun terkena imbasnya. Perstiwa ini di abadikan dalam sebuah buku yang berjudul Extraordinary Popular Delusions and the Madness of Crowds karangan Charles Mackay.

Habitat hidup bunga Tulip adalah subtropis dengan suhu ideal rata-rata dibawah 16 derajat celsius. Meski demikian kamu masih bisa menanam bunga Tulip di indonesia dengan sedikit modifikasi pada tempat tumbuhnya. Untuk penanaman sendiri bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menanam biji atau umbi.

Bunga Tulip memiliki banyak varietasnya, namun jika dibedakan berdasarkan waktu mekarnya Tulip dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu

  • Tulip Awal Musim yang mekar pada sekitar bulan Maret hingga April.
  • Tulip Tengah Musim yang mekar pada sekitar bulan April hingga Mei.
  • Tulip Akhir Musim yang mekar pada akhir bulan Mei.

Bulan-bulan tersebut didasarkan pada kalender musim dingin di suatu tempat.

Tulip memiliki banyak jenis diantaranya seperti Fosteriana, Triumph, Greigii, Lily-flowered Tulip dan Rembrandt. Untuk jenis yang terakhir ini merupakan jenis yang disebut pernah mengalami kenaikan harga paling fantastis terutama di abad 16 dan 17. Hal ini disebabkan karena motif yang dimiliki oleh bunga ini yang unik dan indah menyerupai coretan kuas. Motif ini sendiri disebabkan oleh virus.

Klasifikasi Bunga Tulip
Kingdom : Plantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Monokotil
Ordo : Liliales
Famili : Liliaceae
Genus : Tulipa

 

Bunga Melati

Satu lagi bunga yang dibanggakan oleh negara Indonesia selain Anggrek bulan adalah melati. Kebanggaan ini diwujudkan dengan menjadikan bunga Melati sebagai puspa bangsa dan simbol nasional Negara Indonesia.

Bunga Melati termasuk tanaman perdu dengan memiliki ciri dengan berbatang tegak dan hidup menahun. Sementara pada bunganya sendiri umumnya berwarna putih dan ungu serta memiliki wangi nya yang sangat khas. Aroma nya ini sering dimanfaatkan untuk bahan pembuatan kosmetik, pewangi pakaian atau ruangan, bahan untuk medis, serta aroma pada teh.

Melati termasuk keluarga pohon zaitun yang termasuk juga dalam semak dan tanaman merambat. Memiliki 200 jenis species yang tersebar di berbagai belahan dunia khususnya yang memiliki iklim tropis dan hangat seperti di Eurasia, Australia dan Oceania.

Pada perkembangannya khususnya di Indonesia, Melati dikoleksi dengan berdasarkan kepercayaan tertentu. Melati dianggap sebagai lambang kesucian dan kemurnian. Karena itu seringkali kita mudah menemukan bunga Melatiini di berbagai acara seperti pernikahan misalnya.

Meski memiliki ratusan jenis, sampai saat ini baru 9 jenis Melati yang umumnya dibudi dayakan dan 9 diantaranya berpotensi dijadikan tanaman hias. Sisanya masih t umbuh liar di pedalaman hutan dan belum terlalu di perhatikan sebab belum mengetahui sisi ekonomisnya.

Beberapa jenis Melati diantaranya, Melati Gambir, Melati Primrose, Melati Bintang (Star), Melati Casablanca, Melati Pot, Melati Italia, Melati Raja, Melati Putih dan Melati Australia.

Klasifikasi Melati
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Oleaceae
Genus : Jasminum

 

Bunga Kamboja

Kamboja adalah satu jenis tanaman hias yang khususnya di Indonesia seringkali ditemukan di pemakaman atau tempat-tempat yang dianggap keramat. Namun pada saat ini setelah melihat keindahan bunganya yang juga tidak kalah indah dibandingkan dengan bunga lainnya, Kamboja kini menjadi salah satu tanaman hias.

Pada awal mulanya Kamboja tumbuh di negara Amerika Tengah seperti Equador, Colombia, Cuba, Venezuela dan Meksiko. Pertama kali di catatkan dalam sistem klasifikasi oleh sorang botani berkebangsaan Perancis bernama Charles Plumeria. Tidak diketahui secara pasti kapan bunga Kamboja ini memasuki Indonesia.

Meskipun mampu untuk tumbuh di segala tempat, akan tetapi habitat ideal bagi pohon Kamboja ini berada di ketinggian 700 mdpl. Diperkirakan jika Kamboja asli Indonesia memiliki bunga berwarna putih dengan bagian dalam berwarna kuning.

Ciri-ciri yang dimiliki Kamboja ini sebenarnya bisa tumbuh hingga 6 meter tingginya. Berbeda dengan tanaman hias lain yang pada umumnya berukuran kecil. Karena itu tanaman Kamboja ini sering kali ditanam di pekarangan atau di halaman yang luas. Atau bisa juga di buat Bonsaiatau dengan media cangkok sehingga pohon yang dihasilkan menjadi lebih kecil.

Kamboja memiliki beberapa jenis lain diantaranya adalah Kamboja Plumeria Bali-whirl, Plumeria Acuminata, Plumeria Acutifolia, Plumeria Kok Putih dan Plumeria Cendana.

Seringkali ada orang yang salah mengenali tanaman Kamboja dengan Kamboja jepang. Meski memiliki kekerabatan dalam satu famili, akan tetapi tetap kedua tanaman ini adalah berbeda. Perbedaan ini ditemukan pada genusnya, dimana Kamboja dari genus Plumeria sedangkan Kamboja jepang dari genus Adenium.

Pemanfaatan tanaman Kamboja selain dari sebagai tanaman hias, khususnya pada bunga juga dimanfaatkan untuk bahan obat-obatan. Keluhan seperti nyeri saat haid dan pingsan akibat panas atau heat streak bisa dikurangi. Selain itu biasa juga digunakan untuk menyembuhkan disentri. Sementara getahnya dipercaya bisa mengobati sakit gigi yang diakibatkan oleh gigi berlubang.

Teknik penanaman juga terbilang mudah karena pohon Kamboja bisa tumbuh dalam kondisi apapun. Selain itu setelah penanaman dan tumbuh besar pun tidak memrlukan perawatan yang ekstra, hal ini dikarenakan tanaman Kamboja yang mampu menyimpan cadangan air yang lumayan banyak. Sehingga perawatan pun tidak memerlukan perhatian yang berlebih.

Klasifikasi Bunga Kamboja
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Apocynales
Famili : Apocynaceae
Genus : Plumeria

 

Bunga Kembang Sepatu

Kembang Sepatu adalah bunga yang diakui oleh Malaysia sebagai bunga nasional mereka. Tanaman ini di Sumatera dan di Malaysia sendiri juga dikenal dengan nama Bunga Raya, sementara orang jawa sering menyebutnya dengan Kembang Worawari.

Tanaman Kembang Sepatu ini termasuk dalam tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur. Habitatnya di daerah tropis dan subtropis. Untuk di daerah tropis mampu berbunga sepanjang tahun, sementara di daerah sub tropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur.

Secara fisik pohon Kembang Sepatu ini mampu tumbuh mencapai 2 hingga 5 meter. Dengan daun berbentuk bulat telur dengan ujung yang meruncing.

Sedangkan bunganya sendiri berbentuk terompet dengan diameter sekitar 6 cm hingga 20 cm. Memiliki 5 helai daun kelopak, yang dilindungi kelopak tambahan. Memiliki putik yang menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga Kembang Sepatu memiliki warna yang bermacam-macam selain dari merah pada umumnya, juga berwarna kuning dan putih. Meski memiliki bunga, tanaman Kembang Sepatu tidak menghasilkan buah. Karena itu untuk teknik penanaman yang efektif adalah dengan cangkok, stek atau tempel.

Selain sebagai tanaman hias, Kembang Sepatu juga biasa dimanfaatkan sebagai pewarna buatan untuk makanan. Di Indonesia sendiri biasanya daun dan bunga Kembang Sepatu biasa di gunakan sebagai bahan pengobatan tradisional. Sementara di jepang, biasa digunakan sebagai tanaman pagar atau tanaman untuk di pemakaman, karena dipercaya cukup keramat.

Klasifikasi Bunga Kembang Sepatu
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibsicus
Spesies : Hibscus rosa-sinensis L

 

Bunga Asoka

Tanaman Asoka atau pohon Soka adalah pohon yang dianggap suci oleh umat Hindu. Pohon Asoka ini biasa mengeluarkan aroma yang khas pada malam hari di bulan April dan Mei setiap tahunnya. Termasuk tanaman jenis perdu yang bisa tumbuh hingga 7 meter dan bercabang banyak.

Pohon Asoka sebenarnya termasuk kedalam keluarga Rubiaceae atau kopi-kopian. Perbedaannya dengan kopi dibedakan dari marganya, jika kopi berasal dari genus Coffea sementara Soka berasal dari Genus Ixora. Perbedaan lainnya adalah buah, dimana kopi buahnya bisa dikonsumsi sementara Asoka tidak.

Di Indonesia sendiri Pohon Asoka ini terdiri dari dua jenis, yaitu Pohon Glodokan Tiang dan Asoka Biasa. Perbedaan yang dimiliki oleh Glodokan Tiang ini adalah memiliki ciri unik dimana batangnya menjulang tinggi tanpa ranting, berbeda dengan Asoka biasa yang memiliki banyak cabang. Di Eropa sendiri pohon ini sering disebut dengan nama Flame of the Wood, sebab bunga yang dihasilkannya berwarna cerah dan mencolok layaknya api.

Ciri yang dimiliki Asoka pada umumnya adalah berbatang keras dan menjulang tinggi, denga daun yang berbentuk oval berujung lancip. Sementara untuk bunganya sendiri berwarna kuning, jingga dan merah. Bunganya tumbuh dalam bergerombol dalam satu batang yang besar.

Pada awalnya tanaman soka ini tidak begitu mendapat perhatian masyarakat. Lambat laun menyadari potensi yang dimilikinya, hari ini banyak masyarakat yang membudi dayakan pohon Asoka ini. Selain potensi ekonomis pohon Asoka ini juga mulai menkadi bahan penelitian untuk digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Selain sebagai tanaman hias, Asoka juga biasa dimanfaatkan sebagai bunga potong untuk hiasan di atas meja. Juga biasa dijadikan sebagai bunga sesaji dalam peribadatan umat hindu.

Klasifikasi Asoka
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Saraca
Spesies : Saraca asoca

 

Sekilas tentang Bonsai

Berbeda dengan tanaman hias yang telah dibahas diatas, kali ini kita akan membicarakan tentang sebuah seni tentang tanaman hias. Bonsai adalah seni untuk mengkerdilkan tanaman hias hingga di desain membentuk miniatur sebuah pohon tua atau sebuah landscape.

Seni Bonsai berasal dari Cina dan pada saat ini dikembangkan di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Dalam hal ini penyebaran seni Bonsai dari Cina ke Indonesia melalui perantaraan Jepang, oleh karena itu kita sering kali menemukan jika unsur Jepang terasa sangat kental sekali pada seni bonsai.

Berdasarkan ukuran Bonsaidibedakan menjadi,

  • Bonsai mini dengan ukuran hingga 15 cm.
  • Bonsai Small dengan ukuran 16 hingga 30 cm.
  • Bonsai Medium dengan ukuran mulai 31 cm hingga 60 cm
  • Bonsai Large dengan ukuran mulai 61 cm hingga 90 cm.
  • Bonsai Extra Large dengan ukuran 91 cm hingga 150 cm.

Bonsai memiliki harga yang cukup tinggi di pasaran, terutama di kalangan para kolektor bonsai. Bahkan beberapa diantaranya bisa mencapai harga ratusan juta rupiah.

Potensi Indonesia

Indonesia terletak di daerah tropis, yang dimana menjadi tempat yang paling ideal untuk menumbuhkan berbagai jenis tanaman. Bahkan keaneka ragaman tumbuhan yang sejauh ini kita telah pahami dan kenal ada beberapa di antaranya yang disebarkan ketika masa penjajahan oleh orang-orang Eropa dahulu.

Hal ini patut kita syukuri sebagai potensi yang alam yang sangat kaya. Kesuburan alam Indonesia telah menjadi inspirasi dan potensi ekonomi yang hampir tak terbatas. Menjadi tulang punggung bagi sebagian orang dengan membudi dayakan segala jenis tanaman dan memanfaatkannya.

Potensi tanaman hias pun memiliki tempat tersendiri di Indonesia. Memiliki hutan yang luas, bahkan termasuk kedalam jajaran penyumbang oksigen terbesar di dunia yang berasal dari hutannya, tentu menghadirkan potensi tanaman hias yang belum tersentuh dan belum tereksplorasi.

Sayangnya sebagian orang tidak menyadari hal ini dengan melakukan perbuatan yang tidak bertanggung jawab seperti pengrusakan hutan dan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Apa lagi efek buruk dari kemajuan sistem industri negara ini yang kian mengeruk lahan untuk di jadikan area produksi.

Pemanfaatan dan perburuan tanaman hias tertentu juga mengakibatkan kelangkaan pada jenis-jenis tertentu. Contoh pada kasus Edelweiss dimana eksploitasi hampir tak terkendali, hingga saat ini berada di ambang kepunahan.

Kini tanaman hias, yang beberapa diantaranya langka, habitatnya kini semakin terancam dengan hanya menyisakan di tempat-tempat konservasi dan pekarangan rumah pribadi saja. Tentu kita harus menyadari ini untuk mengesampingkan ego dan kepuasan sesaat semata dan mulai merenungkan untuk berbagi keindahan bersama dengan anak cucu kita kelak.

Potensi alam Indonesia rasanya bisa menjadi solusi bagi bangsa ini yang tengah didera berbagai masalah, terutama ekonomi. Alam menyediakan berbagai hal untuk kita manfaatkan, salah satunya tanaman hias yang bisa kita nikmati sebagai potensi ekonomi dan inspirasi keindahan.

Menutup artikel ini, barang kali kita ingat lagu Koes Plus jaman dulu. Rasanya jika dinyanyikan saat ini terkesan seperti sindiran bagi kita yang tidak sadar dengan potensi alam.

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jalan cukup menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

 

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup menghidupmu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

 

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”

Reply