Waspada!! Tanaman Hias Ini Beracun

Sering kali kita menyangka jika tanaman hias tidak menimbulkan dampak buruk bagi kita. Padahal ada beberapa tanaman hias yang beracun, yang sebaiknya dijauhkan dari jangkauan, terutama anak-anak kita. Beberapa diantaranya bisa menyebabkan kematian.

Tanaman hias memang diburu dan di koleksi karena keindahan yang dimilikinya. Sebagian orang terkadang mengabaikan resiko yang bisa saja di akibatkan dari pemeliharaan tanaman tersebut. Nah artikel ini akan memberitahu kamu satu jenis tanaman hias yang cukup berbahaya dan harus diperlakukan dengan sangat berhati-hati.

Tanaman Hias yang Beracun

Adalah Dieffenbachia amoena, sejenis tanaman yang memiliki racun yang mematikan. Seringkali di sebut dengan beras wutah, Sri rejeki, dumb cane, pisang tanah dan yang lainnnya. Beberapa kasus yang diakibatkan oleh tanaman ini bisa menyebabkan kematian dalam waktu 1 menit pada anak-anak dan 15 menit pada orang dewasa.

Tanaman hias yang termasuk ke dalam keluarga talas-talasan ini berasal dari benua afrika khususnya dari negara Kenya, Rwanda dan Uganda. Tiga negara tersebut memiliki iklim tropis dan ekosistem yang hamir menyerupai Indonesia, karena itulah persebaran tanaman hias ini di Indonesia cukup cepat. Tanaman hias ini sering kali di jadikan hiasan di kantor atau pun di sekolah. Umumnya daya tarik dari tanamn hias ini berasal dari daunnya yang unik dan indah.

Tanaman yang sering kali di sebut aglonema ini juga memiliki bentuk yang cukup bagus dan unik, sehingga bagi sebagian orang sering kali memburunya untuk dijadikan koleksi tanaman hias. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan menjadikannya tanaman hias, akan tetapi sebaiknya di tempatkan di luar ruangan dan jauh dari jangkauan anak-anak terutama balita.

Kenapa demikian? Sebab tanaman ini memiliki efek racun yang bereaksi hanya jika di konsumsi atau sekedar digigit atau di kunyah. Karena itu hindari berinteraksi berlebihan dengan tanaman ini, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Gunakan sarung tangan atau selalui cuci tangan setelah berinteraksi dengan tanaman ini.

Terlebih untuk anak-anak, khususnya balita yang sering kali menggigit dan mengunyah objek apa pun yang mereka temukan. Tanaman ini sangat berbahaya jika disimpan di ruangan yang terjangkau oleh anak kita. Karena itu sebaiknya tanaman ini jangan disimpan di dalam rumah.

Lebih jauh lagi, jika kamu tidak terlalu senang memelihara tanaman hias tersebut, ada baiknya juga mengenali seperti apa ciri-cirinya. Disini kita harus mengenali ciri-ciri tanaman ini sehingga bisa menghindari dan menjauhkannya dari jangkauan anak-anak kita. Karena tanaman ini pun sering kali ditemukan di pekarangan, semak-semak belukar atau area lapangan bermain anak-anak.

Kamu bisa membaca juga artikel Kanker bisa disembuhkan dengan tanaman ini.

Gejala Keracunan

Reaksi racun hanya akan terjadi ketika kita mengigit atau mengunyah daun tanaman tersebut. Perlu diketahui jika daun yang dimiliki oleh tanaman itu berwarna hijau dan berukuran besar. Daun ini lah yang menjadi daya tarik bagi sebagian orang untuk memeliharanya. Akan tetapi tidak hanya bagi orang dewasa saja, dengan objek yang besar dan berwarna terang seperti itu anak-anak khususnya balita pun akan tertarik.

Kebiasaan balita mengigit dan mengunyah inilah yang harus benar-benar diwaspadai oleh kita sebagai orang tua. Gejala yang terjadi akibat reaksi racun yang terdapat pada daun biasanya di mulai dari lidah yang membengkak. Gangguan awal terjadi pada rongga mulut yang kemudian menjalar ke area tenggorokan.

Organ vital yang terkena dampak selanjutnya adalah tenggorokan dan paru-paru, dimana korban akan merasakan kesulitan bernafas. Disinilah resiko kematian seringkali terjadi dan mengancam, dimana gangguan pernapasan bisa terjadi semakin parah sampai korban benar-benar meninggal kehabisan napas.

Beberapa kasus terjadi dalam rentang waktu yang cukup cepat, hanya 15 menit sejak gejala awal terjadi pada orang dewasa. Pada anak-anak kecepatan gejala menyebar terjadi lebih ekstrim dimana waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 1 menit sampai ke keadaan kritis bahkan meninggal dunia. Hal ini dikarenakan karena sistem tubuh anak-anak yang masih rentan dan lemah.

Selain dari daun, racun tanaman ini juga bisa berasal dari getahnya. Kebutaan sering kali terjadi diakibatkan getah yang terkena mata. Getah yang dikandung oleh tanaman hias sri rejeki misalnya mengandung kristal oksalat. Kristal oksalat sendiri jika diperhatikan secara mikroskopis akan terlihat menyerupai jarum-jarum kecil yang tajam, sehingga interaksi pada jaringan yang sensitif seperti kulit atau lidah akan menyebabkan iritasi.

Akan tetapi disisi lain racun yang dimiliki oleh tanaman hias ini sering juga digunakan sebagai obat untuk penyakit-penyakit tertentu, bahkan diantaranya dijadikan sebagai bahan makanan. Tentu untuk melakukan hal tersebut sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dan pengetahuan yang memadai.

Apakah kamu sering menemukan tanaman hias ini disekitar rumah?

Baca juga artikel Bunga ini mekar ketika adzan berkumandang.

Reply