Manfaat dan Khasiat yang Terdapat pada Daun Kelor

Tanaman kelor biasa juga disebut sebagai merunggai (Moringa oleifera). Ia merupakan salash satu jenis tumbuhan yang berasal dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini mempunyai ketinggian batang sekitar 7 hingga 11 meter.

Daunnya pun berbentuk bulat seperti telur. Ukurannya tidak terlalu besar, semuanya tersusus rapih majemuk pada satu tangkai. Tanaman ini bisa dikonsumsi sebagai obat atau sayur.

Tanaman ini memiliki bunga yang berwarna putih agak kekuning-kuningan. Tudung pelepahnya pun berwarna hijau. Bunga tanaman kelor tumbuh sepanjang tahun dengan wangi aroma yang semerbak. Sedangkan buahnya berbentuk segitiga memanjang. Buah dari tanaman kelor ini biasa disebut kelantang.

Penelitian terhadap tumbuhan ini dimulai dari tahun 1980-an. Penelitian dimulai dari daun, kulit batang buah bahkan hingga biji pada tanaman kelor ini.

Pada tahun 1993, para pakar melakukan penelitian terhadap tanaman kelor ini. Isi dari kajian dan penelitian tersebut terkait dengan pemanfaatan kelor untuk penghijauan serta sebagai proses menahan terjadinya penggurunan di daerah Etiopia, Kenya dan somalia. Riset ini dilakukan oleh sekelompok pakar yang berasal dari jerman.

Laporan ini dikhususkan untuk kawasan yang termasuk Somalia, Etiopia dan sudan karena sudah sejak lama penduduk kawasan tersebut menjaga tradisi penanaman tanaman kelor. Hal ini dikarenakan manfaat yang dihasilkan oleh tanaman kelor sangat beragam.

Diantaranya adalah sebagai bahan sayuran, bahan baku obat-obatan dan juga bisa untuk diperdagangkan. Selain itu, tanaman ini juga memiliki Value yang sangat tinggi dikawasan tersebut. Pada kawasan Konso dan Arba Minch, tanaman kelor ini justru dipergunakan oleh masyarakat setempat sebagai tanaman untuk menahan longsor, terasering dan juga konservasi tanah.

Sehingga ketika musim hujan datang maka seluruh air hujan yang turun akan langsung diserap oleh sistem akar tanaman kelor. Lalu kemudian ketika musim kemarau tiba, tabungan air tersebut  yang berada disekitaran akar tanaman kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman-tanaman lain.Juga karena sistem akar tanaman ini sangat kuat, bencana longsor pada daerah tersebut jarang terjadi.

Menurut Dr. Paulus Wahyudi hallim yang berasal dari Tangerang Selatan-Banten, ia berpendapat bahwa daun kelor sendiri memiliki energi dingin. Energi herbal ini sangat cocok untuk mengatasi berbagai macam penyakit energi panas seperti kanker atau radang.

Bagian-bagian Tanaman Kelor

Menurut riset dari Anna Technology University, India. Mereka menyebutkan bahwa daun tanaman kelor ini memiliki khasiat sebagai hepaprotektor. Hepaprotektor yang memiliki fungsi sebagai pelindung hati.

Dokter sekaligus spesialis herbal yang berasal dari Yogyakarta, Dr. Sidi Aritjahja, menyebutkan bahwa daun kelor mengandung zat antioksidan yang sangat tinggi. Sehingga sangat baik dikonsumsi jika mengalami gangguan pencernaan. Seperti contoh luka lambung dan gangguan usus.

Ia juga mengatakan bahwasannya bagian semua dari tanaman ini bisa dikonsumsi. Asalkan masing-masing dari kita tahu cara mengolahnya. Sebagai tips, anda bisa meminum rebusan air daun kelor selagi masih hangat. Sebab, kandungan efek antioksidan yang terdapat pada air tersebut masih kuat.

Seperti tanaman lainnya, tanaman Kelor ini mempunyai beberapa ciri khas tersendiri. Lalu bagaimanakah ciri-ciri dari tanaman kelor itu? Berikut beberapa ulasannya.

Akar

Tanaman kelor sendiri memiliki sistem perakaran tunggan yang cukup rapat dan sangat kuat, bentuknya seperti lobak berwarna putih. Sehingga akar dari tanaman ini sangat cocok sebagai tanaman penahan longsor.

Tanaman kelor ini juga mempunyai sistem konservasi tanah terasiring. Sehingga musim hujan datang, tetesan air yang ada akan dapat ditahan oleh sistem akar tanaman kelor. Pada musim kemarau tiba, airnya pun akans sangat berguna bagi tanaman disekitarnya.

Batang

Pada tanaman kelor, akan tampak batang pokok dan batang utamanya. Batang tanaman ini jauh dari permukaan tanah, mempunyai percabangan sistem batanng simpodial dan merupakan jenis batang berkayu (lignosus).

Arah tumbuhnya batang ini tegak/lurus keatas. Tekstur bagiannya pun memiliki permukaan kasar, berwarna putih buram, mempunytai kulit tipis, cabangnya jarang dan sangat mudah patah.

Daun Tanaman Kelor

Daun yang dimiliki tanaman kelor termasuk dalam jenis daun majemuk menyirip gasal rangkap tiga beserta letak daun yang berseling. Tanaman kelor ini juga memiliki ibu tangkai, anak tunggal daun, Rakhila, Rakhis dan Rakhiolus.

Selain itu, daun tanaman ini juga memiliki tangkai daun yang memiliki tekstur warna hijau muda. Helaian daun yang berwarna hijau muda ini akan menjadi hijau gelap muda ketika sudah berumur cukup tua. Daunnya pun berbentuk bulat seperti telur. Ukurannya tidak terlalu besar, semuanya tersusus rapih majemuk pada satu tangkai.

Bunga

Bunga tanaman ini termasuk kedalam jenis bunga majemuk terbatas. Letaknya pun berada di ketiak daun atau biasa disebut dengan bunga aksilaris.  Ia terdiri dari dua tenda bunga dans etiap satu tenda bunga terdapat 5 daun yang saling berlekatan.

Tenda bunga ini berwarna kekuning-kuningan,  di dalamnya terdapat 5 benang sari yang berwarna kuning agak kecoklatan. Dengan satu putik serta dan 1 bakal buah.

Buah

Buah kelor dengan nama latin Moringa oleifera adalah buah sejati tunggal yang memiliki bentuk panjang segi tiga. Buah tanaman kelor ini termasuk kedalam jenis polong-polongan. Panjangnya sekitar 20 hingga 45 cm. Warnanya hijau ketika muda dan akan berubah menjadi coklat ketika beranjak tua.

Manfaat Teh Daun Kelor

Mungkin tak semua orang tahu manfaat dan khasiat dari daun kelor,  namun nyatanya tanaman ini memiliki berbagai macam kandungan dan khasiat seperti kebanyakan tanaman apotik lainnya. Pada hakikatnya, di dalam tanaman herbal ini tersimpan berbagai macam senyawa yang bisa membantu menambah nutrisi pada tubuh.

Teh yang terbuat dari daun kelor ternyata mengandung kandungan polyphenol yang tinggi. Dengan begitu, zat ini akan bekerja sebagai antioksidan. Manfaat antioksidan ini akan membantu mendetoksifikasi tubuh manusia dan akan mendukung organ sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, teh yang terbuat dari daun kelor ini juga bisa membantu menjaga kesehatan pada kulit. Lalu, manfaat apa saja yang bisa kita ambil teh tersebut? Berikut ulasannya.

Menurunkan Berat Badan

Yang menjadi tren kebanyakan anak muda masa kini adalah menjadikan tubuh agar tetap ramping. Maka dari itu, untuk mewujudkan hal tersebut butuh beberapa langkah dan tips yang lebih sehat. Studi penelitian membuktikan bahwa teh yang berbahan dasar daun kelor ini sangatlah membantu menangani beberapa masalah pencernaan.

Efek yang didapat ketika setelah meminum teh ini adalah metabolisme tubuh yang akan terangsang. Dengan tujuan agar membantu tubuh untuk lebih membakar kalori dengan cepat karena teh daun kelor ini menyerap kedalam usus.

Sebagai Sumber Energi

Secangkir teh berbahan dasar daun kelor yang di minum setiap pagi akan menguatkan tubuh untuk tetap pro dan aktif sepanjang hari. Dengan demikian, tubuh secara otomatis akan selalu merasa baik dan berenergi dibandingkan dengan sebelumnya.

Sebagai Sumber Nutrisi

Selain kandungan daun kelor yang bisa menghasilkan nutrisi baik untuk tubuh, teh daun kelor juga memiliki perananan penting dalam upaya untuk menjaga kesehatan mata dan otak. Gizi otak akan membantu kita dalam pengambilan keputusan yang tepat. Bahkan pada masa-masa sulit sekalipun.

Menyehatkan Pencernaan

Tahukah anda? Bahwasannya daun kelor dapat membantu proses pencernaan makanan. Selain itu daun ini juga merupakan obat yang paling tepat jika anda memiliki masalah pada perut. Minum teh ini selagi hangat, maka anda tidak kehilangan khasiat dan manfaatnya.

Meningkatkan Fungsi Eksresi

Seduhan daun teh kelor ternyata juga memiliki peran penting dalam membantu kinerja fungsi organ ginjal dan hati. Tubuh akan dinyatakan sehat dan bugar bilamana fungsi pembuangan limbah pada tubuh dalam keadaan normal.

Menyehatkan Rambut

Jika anda mengidam-idamkan tambut yang lebat, tebal dan mengkilap, maka anda harus memberinya nutrisi yang tepat. Namun tahukah anda bahwasannya nutrisi yang dibutuhkan oleh rambut hadir di dalam kandungan teh daun kelor.

Teh daun kelor ini sangat mudah untuk anda siapkan dirumah. Anda hanya perlu memetik beberapa daunnya yang sudah agak berumur tua. Tapi ingat, daun yang digunakan adalah daun yg berwarna hijau bukan kuning. Setelah itu baru pilihlah daun yang lebih segar dan bersih dari kotoran-kotorannya.

Selanjutnya lakukan pengeringan di udara. Namun pengeringan dibawah terik sinar matahari tidak dianjurkan. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan sinar matahari akan merusak nutrisi dan kandungan yang pada daun kelor. Lalu selanjutnya teh daun kelor kemudian ditumbuk dan bisa disimpan untuk waktu yang cukup lama.

Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan

Tanaman kelor telah dipercaya oleh masyarakat india sebagai bahan baku obat-obatan. Tanaman ini tumbuh subur di seluruh daerah beriklim tropis dunia.  Tak hanya dijadikan teh, daun ini juga akan menghasilkan manfaat jika dimakan seperti sayuran lainnya.

Berbagai manfaat kesehatan tanaman kelor yang telah terbukti ilmiah diantaranya adalah sebagai berikut.

Mencegah Penyakit Jantung

Studi ilmiah yang dilakukan pada hewan laboratorium menyebutkan bahwa daun kelor ini dapat mencegah kerusakan jantung dan memberikan efek manfaat antioksidan. Penelitian ini kemudian diterbitkan oleh “Journal Of Medicinal Food” pada edisi Februari 2009.

Pada studi ilmiah tersebut, dapat disimpulkan bahwa di setiap pemberian dosis 200 mg pada setiap kilogram berat badan akan menghasilkan tingkat yang lebih rendah dari lipid teroksidasi. Uji coba ini dilakukan selama 30 hari. Selain itu, dari penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa daun kelor dapat melindungi jaringan jantung dari kerusakan struktural.

Para pakar membuktikan bahwasannya daun tanaman ini bisa memberikan manfaat yang lebih signifikan terhadap kesehatan jantung. Penelitian ini pun dilakukan lebih lanjut untuk menentukan apakah manfaat ini mencakup manusia.

Sebagai Anti Kanker

Selain mencegah penyakit jantung, ekstrak daun kelor ini ternyata bermanfaat sebagai anti kanker. Hal ini telah dibuktikan pada studi kultur kanker servik. Studi ini kemudian diterbitkan dalam jurnal “Food and Chemical Toxicology” pada tahun 2011.

Dalam penelitian tersebut, dapat dibuktikan bahwa daun kelor sangat mendukung kemaian sel dini dan juga mencegah proses pertumbuhan reproduksi sel-sel kanker.

Para pakar juga menyebutkan bahwasannya daun ini menunjukan berbagai potensi pencegahan alami.

Sebagai Anti Diabetes

Seperti yang dilansir oleh University of Wiconsin LaCrosse, sifat anti diabetes yang ada dalam daun kelor berasal dari kandungan seng yang tinggi. Kandungan mineral ini sangat diperlukan untuk memproduksi insulin.

para peniliti menyebutkan bahwa penyembuh yang ada pada daun kelor ini menunjukan kinerja akurat mengenai penyebab diabetes  dan pendekatan dasar yang diperlukan untuk mengobati penyakit.

Pada studi hewan laboraturium lanjutan, dapat disimpulkan bahwa disetiap 150 mg daun kelor dapat bermanfaa untuk penyakit diabetes secara signifikan. Studi ini diterbitkan dalam edisi juni 2012 leh “Journal of Diabetes”.

Sebagai Bantuan Arthritis

Tahukah anda bahwasannya daun tanaman ini bisa membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan berbentuk arthritis. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh beberapa pakar, ekstrak daun tanaman kelor akan mengurangi rangsangan yang menyakitkan terhadap sendi rematik.

Para peniliti juga menegaskan bahwasannya kombinasi dari akar dan ekstrak daun tanaman ini memiliki efek yang seinergis untuk mengurangi rasa sakit pada tubuh.

Manfaat Bagian Lain

Ternyata tak hanya daunnya, tanaman kelor juga memiliki berbagai macam bagian-bagian yang bisa dijadikan sebagai bahan dasar utama obat-obatan herbal. Seperti yang sudah dijelaskan diawal, bahwasannya semua bagian tanaman kelor bisa bermanfaat. Asalkan kita tahu cara penggunaannya.

Manfaat Akar Kelor

Sebagai obat dalam, air rebusan dari akar tanaman ini bisa menyembuhkan beberapa penyakit seperti rematik, antiskrobut, epilepsi, gonorrhoea dan diuretikum. Akar tanaman ini juga terkenal sebagai pelaruh air dahak atau sebagai obat batu, pelaruh air seni, pelaruh haid, pereda kejang dan penambah nafsu makan .

Serbuk halus akar tanaman kelor ini dapat dijadikan sebagai bedak untuk bayi yang baru lahir. Selain itu bedak ini juga bisa difungsikan sebagai pencegah iritasi kulit dan sebagai obat penyakit kulit lainnya.

Akar tanaman kelor juga bisa digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan bengkak pada penyakit beri-beri dan sebagai pengobatan kaki yang terasa lemah dan pegal.

Manfaat Kulit Batang

Bedasarkan hasil penelitian, kulit batang dari tanaman kelor sangat ampuh sebagai penawar racun kalajengking dan ular. Selain itu , ekstrak kulit batan kelor bisa dijadikan sebagai obat sariawan, mecegah sariawan dan membantu menghilangkan karang gigi. Caranya cukup mudah, anda cukup mengoleskan ekstrak akar ini di bagian yang luka.

Manfaat Buah Kelor

Buah kelir terbukti mengandung zat alkaloida morongiona yang berguna untuk merangsang sistem perncernaan makanan. Selain itu, buah kelor ini juga sangat lezat jika dijadikan sebagai sayur asam. Sehingga selain menyehatkan buah kelor ini juga bisa dijadikan sebagai bahan baku makanan.

Buah kelor biasa disebut sebagai kelentang. Seperti yang sudah dijelaskan diawal, buah ini memiliki bentuk tubuh segitiga dan memanjang. Buah ini mengandung berbagai macam kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dan juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan bantuan tanaman ini antara lain: Flu, Infeksi, berbagai macam penyakit perut, pusing-pusing dan juga menguatkan tulang.

Manfaat Bunga Kelor

Kandungan air rebusan bunga kelor dapat membantu mengatasi penyakit radang tenggorokan, cacingan dan flu. Hal ini dikarenakan bunga kelor mengandung zat antibakteri, antimikroba dan antitumor. Selain beberapa penyakit diatas, bunga kelor ini juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit lain seperti sariawan, gangguan syaraf, rematik dan tonik.

Manfaat Biji Kelor

Tahukah anda? Bahwasannya biji kelor biasa digunakan sebagai penjernih air. Selain itu, biji kelor juga bisa dipergunakan sebagai bahan dasar kosmetik, sumber minyak nabati dan bahan baku obat. Biji kelor ini mengandung 40% lemak tak jenuh, sehingga ia bisa dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengganti minyak kelapa sawit.

Olahan Makanan dari Tanaman Kelor

Tak hanya menjadi berbagai macam obat untuk membantu menyembuhkan penyakit. Daun kelor juga biasa digunakan sebagai bahan baku makanan untuk hidangan sehari-hari. Daun kelor ini akan sedap jika dimasak dengan sayur kuah bening ataupun kuah santan.

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa daun ini memiliki kandungan vitamin c tujuh kali lipat lebih banyak dari pada kandungan vitamin c yang ada pada jeruk. Selain itu, daun kelor juga mengandung kandungan potasium tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan buah pisang.

Kandungan lain yang ada pada daun kelor adalah vitamin A yang empat kali lebih banyak dibandingkan dengan wortel. Kalsium yang terkandung juga empat kali lebih banyak dibandingkan dengan susu.

Cara Menanam Tanaman Kelor

Tanaman kelor sangat mudah sekali ditanam baik itu menggunakan cara stek maupun biji. Proses penanaman menggunakan stek merupakan proses penanaman yang paling umum dilakukan oleh masyarakat. Hal ini didukung dengan fungsinya sebagai tanah, batang erambat maupun pagar hidup.

Penanaman denga teknik stek cenderung akan lebih banyak memberikan produksi biomas. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan teknik stek akan cenderung lebih banyak menghasilkan cabang yang rimbun

Penanaman dengan Menggunakan Stek Batang

Penanaman dengan teknik stek batang akan membutuhkan batang stek berdiameter sekitar 4 sampai 5 cm. Tingginya pun bisa disesuaikan anatara 0,5 hingga 1,5 meter.

Penanaman batang stek yang pendek bisa dilakukan di belakanh pekarangan rumah. Namun jika demikian, anda masih memerlukan batang yang tinggi untuk melindungi tanaman ini dari terkaan binatang trnak.

Batang stek yang dipergunakan lebih baik berasal dari tanaman yang berumur lebih dari 6 bulan dan sehat. Semakin besar ukuran diameter batang stek, maka semakin besar kemungkinan pula batang ini akan bertahan hidup.

Penanaman batang stek diawali dengan membuat lubang tanah sedalam 10 hingga 15 centimeter. Perlu diingat, bahwa anda tidak boleh langsung menancapkan batang stek tanpa digali terlebih dahulu. Hal ini akan merusak bagian pada ujung kulit batang sehingga akan mengganggu pertumbuhan akar stek batang.

Pada bagian ujung batang, dipotong secara diagonal untuk memperluas slot pertumbuhan akar. Dengan demikian, tanaman akan tumbuh lebih cepat karena memiliki sistem perakaran yang kokoh. Batang stek yang telah dipotong tidak boleh dibiarkan terus lebih dari tiga hari.

Ketika penanaman dilakukan, ukuran batang stek yang terpendam dalam tanah adalah sepertiga dari ukuran keseluruhan. Waktu penanaman stek terbaik ialah disaat akhir musim kemarau tiba. Waktu emas ini akan terus berlanjut hingga musim hujan.

Jarak tanam juga sangat menentukan hasil penanamannya. Bila anda bermaksud menanam tanaman kelor ini sebagai tanaman pagar, maka jarak tanam stek harus dibuat lebih rapat agar mencegah masuknya hewan ternak kedalam kebun.

Namun perlu anda ketahui bahwasannya proses penanaman stek batang ini tidak menghasilkan sistem akar yang mendalam. Sehingga tanaman kelor akan cenderung lebih sensitif terhadap angin dan mudah kekeringan. Selain itu, stek batang juga sensitif terhadap rayap.

Demikian artikel yang membahas tentang seluk beluk tanaman kelor. Moga-moga dengan adanya artikel ini anda bisa lebih tertarik untuk membudidayakan tanaman kelor. Karena selain daunnya yang bermanfaat, tanaman ini memiliki berbagai kelebihan lain seperti sebagai bahan baku makanan. Semoga Bermanfaat.

Reply